Total Tayangan Laman

Selasa, 22 Maret 2011

perbandingan agama

Yang dimaksud dengan Musa adalah yang selamat dari tenggelam di laut merah dan kalimat Musa oleh orang Kristen di ucapkan Mose dan Muis, dan Ibu nabi Musa menghadap ke balatentara Fir’aun untuk menyusui anak laki-lakinya dan akhirnya dia pun menyusuinya dan sang anak bertambah besar, kemudian setelah sampai pada umur 40 tahun beliau mulai mengenel kerabatnya dan bertemu dengan mereka sehingga beliau bertemu dengan Harun yang lebih tua 3 tahun dan beliau sangat marah jika mendapati perbuatan dzalim,lacut dan berkurangnyakebenaran dengan kebenaran Ibroniyin dan marah pada mereka. Dan pada suatu hari beliau melihat seorang kafir bangsa Qibty yang sedang menyiksa seorang Bani Isroil dan ketika berusaha diselamatkan malah orang kafir itu mati di tangan Musa, padahal Musa hanya bermaksud untuk mencegah kedzoliman atas orang kafir tersebut dan hal inilah yang memaksa Musa pergi dari Mesir menuju ke Madinah dan beliau tinggal di sana selama 10 tahun dengan menjadi pelayan Syu’aib dan menikah dengan anaknya Shofur dan kembali ke Mesir untuk yang kedua kalinya setelah 10 tahun. Dan ketika kembali beliau melewati gunung Thur dan disana dia mendengar kalamullah dan pada saat itulah diberitahukan padan tentang kenabian dirinya dan di ajarkan tentang banyak hal seperti di ajarkan tentang sifat Esanya Allah dan bahwa Fir’aun bukanlah Tuhan. Dan di dataran Mesir beliau mengajak Fir’aun kepada agama yang benar dan mengajaknya untuk beriman menyembah Tuhan yang tunggal dan minta kemerdekaan untuk kaum Bani Isroil tapi Fir’aun menolak dan berkata “ ini adalah sebuah sihir yang nyata, dia bermaksud mengeluarkan kain dari bumi kalian”. Kemudian dia meminta pada para wazirnya sebuah solusi, hingga mereka berkata “ Datangkanlah semua tukang sihir yang handal untuk mengalahkanya”. Dan datanglah para tukang sihir dan mereka melemparkan apa yang mereka miliki di depan manusia maka seketika itusemua benda tadi berubah menjadi ular-ular kecil yang merayap ke arah Musa dan Allah mewahyukan kepada Musa untuk melemparkan tongkatnya maka seketika itu tongkat itupun menjdi ular yang menelan tampar-tampar para ahli sihir sehingga sihir-sihir itu bisa dikalahkan dan sebagian dari mereka berpaling pada Fir’aun dan berkata “ Sesungguhnya dia adalah orang yang benar dan mereka beriman pada Tuhan semesta alam, dan sesungguhnya cerita ini telah disebutkan dalam ayat-ayat mulia dari ayat 111-123 dari surat Al-A’raf “, hingga akhirnya Fir’aun marah besar dan berkata “ Apakah kalian beriman kepadanya padahal dia adalah seorang tua renta dari kalian, dan aku pastilah akan memotomg tangan-tangan dan kaki-kaki kalian kemudian akan kusalib kalian semua”. Dan para ahli sihir tersebut berkata “ Kami beriman pada Musa dan kami berpaling pada Tuhannya dan minta ampun padaNya”. Dan Fir’aun takkan mengizinkan Bani Isroil keluar dari Mesir karena kepergian kaum yang telah dilemahkan dan dijadikan budak oleh Fir’aun dan kaumnya akan menyebabkan mereka tidak bisa lagi untuk melayani Fir’aun dan kaumnya, sehingga Allah akhirnya mengirim mereka angin topan dan hama belalang, kutu, katak, dan hujan deras serta mendung yang pekat selama 3 hari terus menerus,dan akhirnya Fir’aun pun ketakutan atas keadaan yang terjadi dan memberi izin mereka meninggalkan Mesir,dan ketika Musa serta Bani Isroil telah pergi dari Mesir untuk mensucikan diri.Fir’aun merasa menyesal atas kemurahan yang telah ia berikan dan ia bersama tentaranya sehingga mereka semua tenggelam dan binasa. Dan Musa berdoa dan merendahkan diri pada Allah di gunung Thuristina di tengah-tengah hijrok akbar ini dan berharap bisa melihat dzatnya Allah dan Allah tidak mngabulkan doanya dan hanya menjatuhkan kalamnya pada gunung Thuristina pada saat yang lain. Musa menetap di Thuristina selama 40 hari 40 malam dalam keadaan berpuasa dan Allah memberikan lembaran-lembaran Taurat kepadanya melalui perantara Jibril, dan diberikan padanya 10 perkara yang ditulis dalam 10 buku agar diikuti oleh orang-orang yang beriman kepadanya, dan kesepuluh perkara tersebut tertulis di dalam kitab-kitab karangan orang-orang yahudi dan di dalam bagian kedua dari kitab Taurat ayat 6 dan seterusnya dari bab ke 5 dan di pembukaan bab 2, kesepuluh perkara itu adalah:
1.      Aku Tuhanmu yang telah mengeluarkanmu dari bumi Mesir dan rumah perbudakan.
2.      Tidak ada Tuhan selain aku untuk kalian dan jangan kau buat berhala dari perkara di atas langit dan ada yang di bawah bumi.
3.      Jangan mengatakan kebathilan dengan nama Tuhanmu.
4.      Ingatlah pada hari sabtu, karena membersihkan 6 hari yang telah kau lewati, dan lakukan semua amalmu sedangkan hari ke 7 adalah hari istirahat untuk Tuhanmu, maka janganlah melakukan sesuatu pada hari itu.
5.      Muliyakan Bapakmu dan Ibumu dan taatlah pada keduanya.
6.      Jangan membunuh
7.      Jangan berzina
8.      Jangan mencuri
9.      Jangan bersaksi untuk kerabatmu dengan persaksian bohong.
10.  Jangan iri pada rumah kerabatmu dan jangan iri pada istri kerabatmu dan jangan iri pada budaknya, budak perempuanya, sapi jantanya, khimarnya,dan apapun yang ada pada kerabatmu

Ketika  Musa telah kembali dari Tursina, sangat menyenangkan baginya karena melihat kaumnya yang dititipkan pada saudaranya Harun, dan mereka telah menyimpan perkara yang benar, mereka bersujud dan menyembah anak sapi yang telah mereka buat oleh tangan tangan mereka dari emas. Musa adalah laki-laki dengan perawakan yang menarik, tajam pemikirannya, dan saat Musa membuat Fir’aun marah dengan mencabut jenggotnya yang dihiasi oleh mutiara ketika Musa masih berumur satu tahun. Dan atas pertolongan istrinya Fir’aun Musa selamat dari pembunuhan, dan Musa diuji dengan didatangkan padanya sebuah nampan yang didalamnya terdapat emas dan api, dan Musapun menjulurkan tangannnya pada emas dan kemudian Jibril membelokkan tangan Musa pada api dan diapun mengembil api dan meletakkannya pada mulutnya dan terbakarlah ujung lidahnya, kemudian ia melempar kerikil dank arena sebab ini dia lamban dalam bicara dalam permulaan. Dan ketika harus berpidato pada manusia maka dia memasrahkan perkara-perkarapenting pada saudaranya Harun yang lebih hebat dalam berbicara. Ingatalh sesungguhnya , hal ini telah hilang dalam kenabiannya dan lebih bagus baginya orang yang cakap dalam berpidato dan berbicara, akan tetapi kecakapan dan kelembutan bicaranya Harun tidak mencegah penyimpangan kaumnya dari kebenaran ketika Musa sedang berada di Tursina dan Musa kembali ke Tursina kedua kalinya dan meminta ampunan untuk umatnya dan menerima taubat umatnya dan mengembalikan mereka padanya, dan melewati daerah tanpa penghuni yang disebut”bumi yang dijanjikan” yang Allah telah berjanji dengan bumi tersebut, mereka tinggal selama 40 tahun di Padang Aih dan member rizki mereka di tanah kosong pada setiap masa dengan manisan dan daging dan mereka bertahan hidup dengan keduanya dan Musa telah sampai di ,gunung yang ada pada arah kota yang bernama Arikha yang dari sana bisa dilihat tanah .yang dijanjikan. Dan diceritakan .ia meninggal disana pada umur 120 tahun sedangkan Harun telah meninggal 3 tahun sebelumnya, dan masuk kota Arikha di dalam bumi .yang dijanjikan setelah kematian Musa sehingga bumi itu menjadi bagian nabi Yusa’ (dan Syekh Akhmad Judat yang lahir di Lukica dan wafat di Istambul tahun 1312 H/1894 M berkata dalam kitabnya qasasul anbiya’):
Sesungguhnya Ya’qub anak laki-laki Ishaq bin Ibrahim dan nama aslinya adalah Isro’il dan keturunannya dinamakan abni Isro’il dan Yusuf. Yang merupakan salah satu anak-anaknya Ya’qub yang ada 12 adalah seorang nabi dan seperti hal tersebut. Orang Yahudi hidup di Mesir  setelah masa Yusuf dengan mengikuti syare’at Yusuf dan Ya’qub, sedangakan kaum Aqbath penduduk Mesir terdahulu mereka menyembah bintang dan berhala Al hiyyaqul.dan mereka menjadikan bani israil sebagai seorang pelayan seperti seorang budak dan bani israil bermaksud lepas dari siksaan firaun pada mereka dan pergi ke bumi bapak-bapak mereka dan kakek-kakek mereka yaitu buni “ Ka’aniyiin” ingatku bahwasanya firaun tidak memberi kemurahan pada mereka untuk berhijrah karena kaumya fir’aun memperkerjakan mereka tanpa upah dalampekerjaan-pekerjaan yang sangat berat. Ibu Musa  bin Imran meletakkan anaknya dalam peti dan melatakan di sungai Nil  dan istrinya Firaun mengambilnya dan diangkatnya menjadi anak dan Musa hijrah dari mesir sebab membunuh kafir Qibti tanpa sengaja dan dating ke madin dan tinggal disana selama 10 tahun dan kembali ke Mesir bersama istrinya anak perempuan Nabi Syuaib. Di perjalanan Musa melewati gunung Thursina dan dia dimulyakan denagan berbicara pada Allah dan dibebani untuk jadi Nabi dan di perintah unruk mengajak fir’aun beriman, tetapi Firaun tidak mau beriman dan Musa mengunpulkan Bani Israil dan mereka hijrah dari Mesir dan lewat di laut Suez san bejalan le Negara Afrika. Ingatlah bahwasanya mereaka menolak pergi dan berkata “ kami menolallhomariyah beserta Amalaqoh kemudian Musa berdo’a atas mereka danmeniggalkan saudaranya Harun yang lebih tua 3 tahun darimnya bersama mereka, dan Musa  ke gunung Thursin dan Allah pun berbicara padanya dan memberinya kitab Taurat dan menerima taubat kumnya dan mereka dating ke arah Bakhiroluth dan tinggal di arah kota Afrika yang berada di tmur sungai syariah dan meniggal disana setalah mengangkat Nabi Yusa’ sebagi wakil darinya.
Disebutkan dalam kitab “ Maroatul Khainat” bahwasanya Musa datang ke gunung Thursina sebanyak 3 kali, dan diangkat menjadi utusan pada saat yang pertama. Dan pada saat yang ke 2 turun padanya kitab Taurat dan 10 perkara dan taurat tersusun dalam 40 juz dan dalam setiap juz ada 1000 surat dan pada setiap surat dan pada setiap suratterdapat 100 ayat dan pada saat ini Taurat sudah tidak sebanyak itu selurunya karena telah dikabarkan dalam al-Quran tentang perubahan Taurat dan Injil karena tulisa awal Taurat yang diturunkan pada Musa melalui Jibril hanya terjaga pada saat Musa, Yusa’, Uzair, dan Isa  saja.
Dan dituturkan dalam kitab Qumusil A’lam bahwasanya sat naiknya Buhtansir menjadi raja Atsuriyin al-Qusdi dan hancurmya masjid Al-Aqsa dan memerintah membakar tulisan-tulisan Taurat dan menawan 10 ribu Yahudi dan mengirim mereka ke Babilon diantaranya adalah Danil, dan Uzair AS (seungguhnya Uzair AS. Bernama ‘Azar menuruhr golongan Yahudi duisebutkan dalam Munjid bahwasanya muharor adalah adalah kitabnya ‘azar mnerangkan kitabnya tentang Qismu ahdil Atiq dri “al-Kitab al-Muqodas” dan sebagian kitab lain yaitu Al-Khakhom al-Ibrani adalah ‘Azar bukan Uzair AS.) dan orang-orang yahudi lupa akankitab Taurat, dan merekapun durhaka dan menyimpang dan tidak mau beriman terhadap para Nabi yang diutus untuk menasehati mereka dan mereka membunuh kebanyakan dari Nabi-nabi tersebut. Dan dikalahkan oleh Hazman seperti Yahsar dan Raja Persiadan dilakukan pembebasan tawanan Yahudi dan pembebasan daniyal dan banyak yang bersujud dan beribadah di masjid al-Aqsa meskipun Raja Agung Iskandar Agung Herodes telah menjadikan seorang pemimpin Yahudi dari golongan mereka “ ingatlah sesungguhnya kaum Yahudi  ini yang telah berkhianat telah bersaksi pada Nabi Yahya dan dholim pada kebanyakan Nabi dan setalah itu jatuhlah Baitul Maqdis ke tangan Romawi dan saat oyang Yahudi durhaka dan sombong pada tahunke 135 berdirilah raja Adrian rengan meroohkan Baitul Maqdis dan membubuh orang-orang yahudi dan mereka yang selamat menyebar menuju ke seluruh pelosok dan pada setiap mereka datang merela memperlihatkan penyiksaan dan kesusahan yang mereka rasakan dari orang-orang Nasrani dan mereka mendapakan ketenagan saat datangnya islam dan kota Baitul Maqdispun diperbaikai dan diramaikan kembali oleh bangsa Bizantyum dan sisebut iliya dan musnahlah kota dan Masjidil Aqsa pada Khakifah ke 5 Bani Umayyah yaitu Abdul Malik dan orang-orang Nasrani merobohkannya ditengah-tengah perang salib dan datanglah Salahudin al-Ayubi dengan memperbaruinya sedang para Khalifah dari golongan Utsmani berjasa menghias dan memperindah.
Sesungguhnya kitab Talmud adalah kitab Yahudi yang di sucikansetalah Tauratdan dasar ktab tersbut adalah perkara yang didengar Musa dari Allah ketika di gungng Thursina dan kemudian disampaikan pada Harun dan yusya’ dan Luazar kemudian mereka memberitahukan hal itu pada Nabi-nabi yang diutus setelah mereka.
Dan pada masa ke 3 dari kelahiran telah ditulis penjelasan bagi kitab misna di Baitul Makdis dan pada masa ke 6 ditulis pula penjelasannya di daerah Babilon dan Syarah ini disebut  dengan “ Komaro” dan sesungguhnya salah satu dari kedua syarah ini serta kitab musna dikumpulakan dengan kitab dalam satu kitab dan disebut dengan Talmu. Sehingga ketika dikumpulkan dengan kitab yang ada di Makdis dinamakan Talmud al-Qudsi danbersama dengan yang di Babilon disebut Talmud Babilon. Sedangkan orang Nasrani benci dengan ke 3 kitab inidengan berkata bahwasanya Syam’un yang menyiapkan dan membawa salib saat penyalipan Isa adalah sebagian dan mereka yang meriwayatkan dari kitab Misyna dan telah disebutkan dalam kitabku Cevab Veremedi sebagian dari perkara-perkara yang membahayakan terhadap kemanusiaan dan sesungguhnya Lu’azar yang disebutkan sebelumnya adalah putra dari Syu’aib sekiranya disebutkan dalam kitab Murabatul Kainat.
Sesungguhnya kitab suci yang khusus bagi masyahiyin disusun dari dua kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, maka yahudi beriman pada sebagian dan menerimanya sebagai kitab sucidan menolak pendapat yang menyebutnya dengan perjanjian lama dan menyebutnya “Tanakh” dan kitab yang mereka sebut dengan Taurat disusun dari 5 bagian yaitu:


1.      Genesis
2.      Exodus
3.      Leviticus
4.      Numeri
5.      Devorunomium    
Pada ayat ke dua dari surat isra\ disebutkan “Aku berikan pada Musa sebuah kitab”, dan saat ini banyak permulaan-permualaan aneh yang dimasukkan dalamTaurat yang tak ada hubungannya dengan Taurat yang diturunkanpada Musa A.S.
Sesungguhnya ditusnya seorang nabi dengan nama Muhammad Saw. Yang menjadi penutup para Nabi telah disebutkan dalam Taurat, dan dijelaskan dalam al-Quran permintaan ampun untuk kaumnya dalam ketersesatan mereka dengan munajatnya  Musa pada Tuhannya.
(Surat al-A’raf :155-157)
   “ Dan Musa memilih 70 orang dari kaumnya (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka di goncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal diantara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki  dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engakulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya”. Dan tetapkanlah untuk kami kebakjikan di dunia ini dan di akhirat: sesungguhnya kami kembali(bertaubat)kepada Engkau. Allah berfirman: “siksa-Ku akan Ku timpahkan kepda siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (yaitu) orang-orang yang mengikut raul,nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada dalm sisi mereka, yan menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari pengerjaan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakanya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya(Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Sesungguhnya ayat diatas sebagian dari yang menguatkan imannya Yahudi terhadap penutup para Nabi dan penantian mereka pada nabi penutup. Dan mereka beroandalam peperangan mereka dengan doa “ya Allah tolonglah kami dengan kemulyaan Nabi-Mu yang telah Engkau janjikan pada kami” dan merekapun mendapatkan kemenangan
Sesunguhnya sebagian dari Nbai-nabi yang diutus pada Bani  Israil setelah Nabi Musa adalah Daud dan sulaiman dan pertolongan dakammenyebarkan agama yang benar dan dapat membersihkan agama Yahudi  dengan:
·         Iman, bahwasanya Allah satu dari yang tunggal tak ada Tuahan selain Dia yang wajib wujududnya, tidak memiliki anak dan tidak dilahirkan Maha melihat, Maha mengetahui, terhadap segala sesuatu, Dia Maha pengampun, Maha pemberi balasan.
·         Akhlak, sesungguhnya dasarnya Akhlak adalah 10 perkara dan hendaklah mengikuti perkara-perkara ini, badan adalah suatu perkara dan ruh adalah suatu perkara yang beda, dan ruh itu kekal tidak mati sampai hari kiamat dan hendakalah iman terhadap kehidupan di akhirat.
·         Dasar agama, Semua umat selain Yahudi disebut sebagai penyembah berhalahendaklah menjauh dari mereka dan tidak bertemu mereka dengan sekira kemampuan dan menyembelih kurban baik yang berdarah ataupun yang tidak memiliki darah (sesungguhnya Yahudi menyembelih setiap hayawan seperti kurban sampai halnyaburung merpati, ingatlah sesungguhnya mereka banyak menyembelih kambing, sapi, dan sesungguhnya kue yang di buat adalah dari roti yang tidak mengandung garam sepeti pembagian arah zaman terdekat yang telah terlewati.
Sesungguhya kelahiran nabi Daud as sebelum 1000 tahun dari kelahiranya (dan berisi riwayat nabi Daud antara 975-1015 SM). Dan nabi Dud adalah pengembara kambing yang suaranya sangat bagus ( sehingga yang mempunyai suara yang bagus diibaratkan seperti kaum Daud). Dan nsetelah kejadian itu Imam Malik mengupamakan Daulah Tholut. Dan Daud membunuh Jalut ( kuliyas) dan menjadikan ketakutan kepada Tholut. Dan dari kejadian itu pula turunnya kitab Daud dan telah diterangkan dalam ayat yang suci. (dan telah kami berikan Daud kitab Zabur) An-Nisa’:163 dan Al-Isra: 55. Dan dari keterangan haq-haq karunia Daud dari Allah dan mencari istighfar dan pengampunan adanya (maujud) Zabur yang ada dalam kitab suci Ma’ashir yang telah diterangakandalam surat As-Saba’:10: (“Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan kami Telah melunakkan besi untuknya”).(Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba kami Daud yang mempunyai kekuatan; Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).Sesungguhnya kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. masing-masingnya amat taat kepada Allah).(Shaad:17-19).”Maka kami ampuni baginya kesalahannya itu. dan Sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi kami dan tempat kembali yang baik”.(Shaad:25).









.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar